Portal islami Sejuta Ummat

Konsep Dan Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Di SDIT Cahaya Ummat

by Ki Bagus Kusumo , at 04.43 , has 0 komentar

Konsep Dan Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Di SDIT Cahaya Ummat

Konsep Dan Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Di SDIT Cahaya Ummat - Pendidikan holistik berbasis pendidikan karakter merupakan pendidikan yang melibatkan aspek-aspek fitrah yang dimiliki anak seperti IQ, EQ, dan SQ untuk mengantarkan peserta didik menjadi pribadi yang dapat mengembangkan dan mengamalkan karakter yang dimilikinya. Pendidikan dimana tidak hanya mengutamakan kecerdasan intelektual siswa tetapi juga dengan membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang berakhlakul karimah.

Konsep Dan Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Di SDIT Cahaya Ummat

Pendidikan holistik berbasis karakter merupakan pendidikan yang bertujuan memberi kebebasan anak didik untuk mengembangkan diri tidak saja secara intelektual, tapi juga memfasilitasi perkembangan jiwa dan raga secara keseluruhan sehingga tercipta manusia Indonesia yang berkarakter kuat yang mampu mengangkat harkat bangsa (N. Rubiyanto dan D. Haryanto 2010:1). Model pendidikan seperti ini merupakan pendidikan yang secara eksplisit ditujukan untuk mengembangkan seluruh dimensi manusia, yaitu aspek akademik (kognitif), emosi, sosial, spiritual, motorik, dan kreativitas. Dengan pembelajaran holistik, dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif, dan reflektif. Hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran lebih banyak berpusat pada siswa. Sehingga fungsi dan peran siswa terlihat.
Jadi bisa disimpulkan konsep pendidikan holistik berbasis karakter merupakan pendidikan yang membentuk siswa menjadi pribadi yang mampu mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritualnya secara seimbang sehingga terbentuk manusia yang berkarakter kuat.
Muatan mata pelajaran di SDIT Cahaya Ummat lebih banyak dibandingkan dengan sekolah dasar pada umumnya, karena perpaduan kurikulum antara dinas pendidikan dengan kurikulum sekolah. Mata pelajaran umum meliputi, Pendidikan Agama Islam, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Ketrampilan, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Mata pelajaran mulok propinsi yaitu Bahasa Jawa, mulok kabupaten yaitu Tembang Jawa, sedangkan mulok sekolah yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Baca Tulis Al Qur’an, Sejarah Kebudayaan Islam, Tahsin, Tahfidz, TIK.

Konsep Dan Model Pendidikan Holistik

Kegiatan pengembangan diri meliputi, kegiatan konseling siswa, pramuka sekolah islam terpadu, kepanduan sekolah islam terpadu. Kegiatan Olahraga, Seni Islam dan Budaya Islam. Kegiatan pembiasaan rutin dan terprogram, Kegiatan Keteladanan, Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme, Pekan Kreatifitas Siswa, Outdoor Learning and Training. Dalam Pendidikan Karakter disebutkan, model kurikulum pendidikan holistik berbasis karakter yang dicontohkan oleh Indonesia Heritage Foundation dalam salah satu metode eksplisit. Pengajaran 9 pilar karakter, yaitu dengan menggunakan kurikulum 9 pilar yang harus diberikan sepanjang tahun selama anak-anak di kelas. Sebelum kelas dimulai, anak-anak diberikan refleksi pilar selama 15 sampai 20 menit yang tema pilarnya bergantian selama kira-kira 3 minggu. Anak-anak dikondisikan untuk mengerti secara jelas apa arti setiap pilar, bagaimana menimbulkan perasaan cinta terhadap nilai pilar yang sedang diajarkan, dan bagaimana mempraktikkannya. Kurikulum yang diberikan disusun sedemikian rupa agar anak-anak senang, yaitu dengan diskusi terbuka, bermain, bernyanyi, membaca buku-buku cerita, dan latihan-latihan dalam tindakan nyata.

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Di SDIT Cahaya Ummat

Model kurikulum pendidikan holistik berbasis karakter di SDIT Cahaya Ummat, menggunakan perpaduan dari dinas pendidikan dan kurikulum dari sekolah sendiri yang meliputi pengembangan diri, kegiatan pembiasaan, kegiatan keteladanan, kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme, pekan kreatifitas siswa, serta outdoor learning and training. Terdapat perbedaan dan persamaan antara model kurikulum yang diterapkan Indonesia Heritage Foundation dengan SDIT Cahaya Ummat. Persamaannya, keduanya telah menerapkan pembentukan akhlak. Perbedaanya, di Indonesia Heritage Foundation sudah mebut yang dinamakan dengan 9 pilar karakter. Sedangkan di SDIT Cahaya Ummat pembentukan akhlak masih secara umum.
Jadi, model kurikulum pendidikan holistik berbasis karakter di SDIT Cahaya Ummat belum maksimal. Karena elum ada kurikulum pendidikan berbasis karakter secara khusus. Akan tetapi, kurikulum yang disusun oleh sekolah sudah mendekati kurikulum pendidikan berbasis karakter.
Ki Bagus Kusumo
About
Konsep Dan Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Di SDIT Cahaya Ummat - written by Ki Bagus Kusumo , published at 04.43, categorized as Konsep Dan Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Di SDIT Cahaya Ummat . And has 0 komentar
0 komentar Add a comment
Bck
Cancel Reply